Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sersan Dua Aprilia Manganang, Mantan Pevoli Putri yang Kini Resmi Dinyatakan sebagai Laki-laki

10 Maret 2021 | Maret 10, 2021 WIB Last Updated 2022-12-26T01:45:36Z

SATUHATISUMUT.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari mantan atlet voli Timnas putri, Aprilia Manganang. Ia yang berpangkat Sersan Dua itu kini telah resmi dinyatakan sebagai laki-laki.

Kepastian tersebut didapat Aprilia setelah menjalani pemeriksaan medis terkait jenis kelaminnya pada Februari lalu di RSPAD Gatot Subroto. Hasil pemeriksaan telah keluar dan menunjukkan bahwa ia adalah seorang laki-laki.

Kabar tersebut disambut gembira oleh Aprilia yang mengaku sudah lama menunggu momen tersebut. Pasalnya, selama ini ia juga kerap merasakan adanya perbedaan dalam tubuhnya yang sejak kecil dinyatakan sebagai perempuan.

“Ini momen yang sangat saya tunggu-tunggu, bahagia banget. Puji Tuhan Yesus saya bisa lewati ini, dan saya bersyukur Tuhan pakai bapak dan ibu untuk pertemukan saya,” tutur Aprilia Manganang lewat konferensi pers virtual, Selasa (9/3/2021).

Aprilia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan para dokter RSPAD Gatot Subroto yang telah memberikan fasilitas pemeriksaan kepada dirinya.

“Saya terima kasih ke dokter yang sudah bantu saya. Saya sangat bahagia, selama 28 tahun saya menunggu keinginan saya dan akhirnya tahun ini tercapai,” ucapnya.

Sementara itu, KSAD Jenderal Andika Perkasa menyampaikan, Aprilia Manganang mengaku kerap mengalami persekusi atau bullying sejak kecil karena kondisi tubuhnya yang berbeda dari perempuan pada umumnya.

Dampaknya, kata Andika, Aprilia mulai meragukan jenis kelaminnya. Namun, sejak kecil, orangtua dan dokter tempatnya dilahirkan meyakini bahwa Aprilia adalah perempuan.

Andika mengatakan, selama ini sebelum mengetahui hasil medis, Manganang hanya bisa merasakan. Namun, dia tidak bisa melawan keputusan para tenaga medis yang menyatakan bahwa dirinya terlahir sebagai seorang perempuan.

“Kalau hasil wawancara kami, (keraguan) itu sudah ada sejak awal. Tapi kita tidak bisa tempatkan itu seperti kita bicara sekarang. Dia kan enggak tahu. Mungkin pertama yang dia sendiri ingin tahu, saya wanita tapi kok postur tubuh saya tidak seperti wanita lain,” kata Andika.

Terkait hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa Aprilia ternyata mengalami kelainan sejak lahir yang dalam istilah kedokteran disebut dengan hipospadia, yakni kondisi medis di mana uretra atau lubang kencing pada bayi laki-laki tidak berada pada posisi yang seharusnya.

Kini, secara medis jelas Serda Aprilia Manganang telah resmi dinyatakan sebagai seorang laki-laki. Hal tersebut setelah melihat dari sisi organ internal dan juga hormonal.

“Dari hasil itu, ternyata bahwa dilihat dari urologi ternyata bahwa Sersan Manganang lebih memiliki organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita. Hormonal juga begitu, hormon normal, testosteronnya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita yakin Manganang lebih memiliki hormonal kategori normal laki-laki. Pemeriksaan radiologi IMR menyatakan hal yang sama,” kata Andika.

Aprilia Manganang sempat aktif sebagai atlet voli putri dan bahkan pernah membela Timnas voli putri. Namun ia telah menyatakan pensiun dari dunia olahraga voli pada 10 September 2020.

Aprilia Manganang dikenal publik sebagai mantan pevoli putri Indonesia yang berprestasi. Namun, pernyataan mengejutkan disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, terkait jenis kelaminnya.

Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan Aprilia menderita hipospadias sedari lahir. Kendala ekonomi, membuatnya tidak bisa menyembuhkan kondisinya dan terpaksa menerima keadaan. Dia akhirnya dianggap perempuan, termasuk urusan administrasi kependudukan.

“Anak ini termasuk dalam kasus Hipospadias serius sehingga paramedis, yang membantu kelahirannya, dan orang tua menilai secara fisik, bahwa dia perempuan,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Dari pemeriksaan urologi, Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin perempuan,” tegasnya.

Kondisi ini membuat mengingat lagi pada awal kemunculan Aprilia yang sering dituduh sebagai pria karena memilki tubuh kekar dan gaya tomboy. Kala itu gendernya dipertanyakan ketika tampil di Liga Bola Voli Indonesia tahun 2011.

Ada sejumlah fakta yang membuat Aprilia harus rela mendapatkan status sebagai perempuan hingga usai 28 tahun. Hal ini terjadi karena proses kelahirannya tidak dibantu dokter. Berdasarkan keterangan orang tuanya, dia lahir dibantu petugas paramedis.

Itu diungkapkan langsung Jenderal TNI Andika Perkasa yang mendapat keterangan langsung dari orang tua Aprilia, Akib Zaburd Manganang dan Suryati. Adanya masalah finansial membuat Akib dan Suryati memanggil petugas paramedis.

“Ayah dari anak ini hanya lulus dari sekolah dasar. Ibunya kebetulan tidak menyelesaikan sekolah dasar. Jadi, pada saat dilahirkan anak ini, yang membantu persalinan adalah paramedis,” ucap Jenderal TNI Andika.

Kurangnya pengetahuan petugas paramedis membuat Aprilia akhirnya dianggap sebagai seorang perempuan dari sisi fisik. Bahkan Aprilia harus menyandang status perempuan hingga menjadi pemain voli dan bergabung dengan Korps Wanita TNI Angkatan Darat.

“Inilah yang kemungkinan membuat para medis atau orang tua pada saat kelahiran anak ini melihat hanya secara fisik bahwa anak yang dilahirkan adalah anak perempuan,” tutupnya.

Rekrutmen

KSAD Jenderal Andika Perkasa menceritakan awal bergabungnya Serda Aprilia Manganang menjadi prajurit TNI AD. Andika merasa ikut bertanggung jawab atas peristiwa yang dialami Manganang.

Andika menjelaskan Aprilia Manganang direkrut sebagai anggota TNI AD lewat rekrutmen khusus bintara yang berprestasi pada 2016. Andika mengatakan pemeriksaan medis saat itu memang tidak lengkap.

“Berdasarkan pemeriksaan medis memang sejak dilahirkan Manganang adalah laki-laki, tapi kan tahunya setelah kemarin tanggal 3 Februari. Pemeriksaan kesehatan memang saat itu 2016 ada program khusus AD merekrut mereka-mereka yang punya prestasi, dan AD waktu itu memutuskan menerima. Lagi-lagi saat itu pemeriksaan memang tidak dilakukan selengkap yang kami gelar minggu lalu. Itulah jawaban saya. Oleh karena itu, saya sebagai pimpinan AD saat ini merasa bertanggung jawab untuk membantu dia mendapatkan apa yang seharusnya ditakdirkan pada saat dia dilahirkan,” kata Jenderal Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Andika menjelaskan Aprilia Manganang awalnya ditempatkan di Bandung pada 2016 dan seterusnya sejak 2018 bertugas di Kodam Manado. Andika menceritakan bahwa Manganang merupakan sosok prajurit yang disiplin.

“Sejak dia lulus 2016 dia ditempatkan di Dinas Jasmani di Bandung, tapi mulai 2018 sampai sekarang dia ditempatkan di Kodam Manado. Dia adalah prajurit yang punya disiplin karena selama dinas sama sekali tidak ada pelanggaran, orangnya sangat nurut dan saya yakin itu adalah satu attitude ya, kalau kita lihat dia sebelum bergabung TNI ada dia punya prestasi juga menunjukkan orang yang punya komitmen, disiplin, dan selama dinas selalu masuk dinas sesuai jam dan tidak ada perintah yang diberikan kepada dia yang tidak dilakukan,” ungkapnya.

Andika mengungkapkan Aprilia Manganang hanya tidak punya kemampuan melawan kondisinya terdahulu. Sampai akhirnya, Andika memanggil Manganang ke Jakarta untuk melakukan pengecekan dan membantunya dalam mengatasi masalah yang dia hadapi.

“Saya panggil kemudian saya intinya ingin membantu apa yang bisa kami bantu. Sersan Manganang diklaim sebagai wanita punya akta kelahiran wanita, tapi penampilan fisiknya tidak seperti wanita lainnya. Saya berkonsultasi menawarkan apa yang kami bisa bantu untuk dia,” ungkap Andika.

“Akhirnya Sersan Manganang rupanya menyambut dengan sangat excited. Rupanya inilah yang ditunggu-tunggu. Kami hadirkan tim RSPAD lengkap kemudian kita lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan yang kami punya,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, Sersan Manganang ternyata memiliki organ kelamin laki-laki. Hormonnya juga hormon laki-laki. Sersan Manganang ternyata mengalami kelainan bernama hipospadia sehingga awalnya dikira perempuan.

“Dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa dilihat dari pemeriksaan urinologi bahwa Sersan Manganan lebih memiliki organ jenis kelamin laki-laki. Bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin wanita. Pemeriksaan hormonal juga begitu, hormonalnya normal, testosteron diukur secara faktual dan ilmiahnya, Sersan Manganang punya hormon normal laki-laki,” jelas Andika.

Kelainan hipospadia pada Sersan Manganang membutuhkan penanganan berupa operasi. TNI AD dalam hal ini membantu Manganang dalam corrective surgery sebanyak dua kali. Saat ini, Manganang sudah menjalani operasi tahap pertama dan masih recovery di RSPAD, Jakarta.

“Operasi ini yang saya katakan tadi adalah corrective surgery itu istilahnya atau operasi korektif. Jadi tidak ada pergantian kelamin yang bukan administrasi tadi. Kalau tadi yang akan kita urus ke Pengadilan Negeri Tondano tadi kan administrasi kependudukannya. Tetapi Manganang adalah laki-laki dan tidak ada pergantian secara fisik yang mungkin tadinya dari organ-organ kelamin wanita menjadi pria. Itulah penegasan saya,” tegasnya. (run/imk)

Posisi Baru Disiapkan di TNI AD

Serda Aprilia Manganang menjalani corrective surgery atau operasi korektif setelah diketahui mengalami hipospadia dan sebenarnya merupakan laki-laki. Tugasnya di TNI AD nanti pun akan disesuaikan.

Seperti diketahui, Aprilia Manganang pernah menjadi atlet voli profesional dan pensiun pada 2020 lalu. Dia sendiri direkrut menjadi anggota TNI pada 2016.

Operasi korektif yang dijalani Aprilia Manganang saat ini adalah bantuan dari TNI AD. Saat ini, dia sudah menjalani masa pemulihan di RSPAD Jakarta.

Lalu, bagaimana setelah Serda Aprilia Manganang pulih dari operasi? KSAD Jenderal Andika Perkasa sudah menyiapkan posisi untuknya.

“Selanjutnya, Manganang begitu masuk jajaran TNI AD dia menjadi bintara di komunitas ajudan jenderal. Saya akan dengan kondisi ini, maka saya dengan staf akan melakukan evaluasi untuk memberikan tugas yang lebih pas,” kata Jenderal Andika Perkasa saat jumpa pers pada Selasa (9/3/2021).

“Kemungkinan besar kita akan tempatnya di perbekalan dan angkutan atau kesehatan tergantung passion-nya Manganang lebih besar di mana,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Andika juga menceritakan latar belakang keluarga Aprilia Manganang. Dia lahir di Sulawesi Utara.

“Sersan Aprilia Manganang dilahirkan di Tahuna, tepatnya di Pulau Sangir atau sering disebut Tahuna. Kalau kita hari ini naik kapal, itu kira-kira dari Manado 8 jam ke arah pulau ini,” kisah Jenderal Andika.

Ayah Aprilia Manganang dulu bekerja sebagai buruh perkebunan, sementara ibunya ialah asisten rumah tangga. Keduanya hanya menempuh pendidikan SD. Dengan segala keterbatasan itu, tak ada yang tahu bahwa dia mengalami kondisi hipospadia atau kelainan bentuk kelamin bayi laki-laki saat dia lahir. Akibatnya, Aprilia Manganang dicatatkan sebagai perempuan dan kondisi itu bertahan hingga ia dewasa.

“Ini yang kemungkinan paramedis melihat hanya secara fisik bahwa anak ini perempuan. Kondisi ini terus berlangsung sampai Aprilia sekolah dasar dan SMP di Tahuna, pindah SMA ke Manado,” jelas Jenderal Andika.

(sumber: jonglosemarnews/tempo/detik)

×
Berita Terbaru Update