SATUHATISUMUT.COM., LUBUK PAKAM – Asisten II Pemkab Deliserdang, Putra Jaya Manalu menyebut pembangunan jembatan layang (fly over) sudah dari tahun 2017 direncanakan oleh Kementerian PUPR. Sesuai informasi yang mereka dapatkan dari Kementerian PUPR bahwa panjang jembatan berkisar 800 meter. Secara keseluruhan ada 1,4 km lahan yang akan dilebarkan nantinya.
“Tadi masih sosialisasi saja sama masyarakat dan pihak Kementerian PUPR pun hanya berbicara secara virtual saja. Ada penjelasan dari Kepala Balai dan ada juga penjelasan dari Direktur Jembatan. Inikan masih sosialisasi, baru nanti dilakukan inventaris. Yang jelas nanti ada verifikasi rumah dan berapa lebar tanah warga,” kata Putra Jaya Manalu, Rabu (6/1).
Mantan Kadis Pasar ini menyebut Pemkab dalam hal ini hanya berperan memfasilitasi saja dengan masyarakat. Semua pembiayaan pembangunan proyek ditanggung oleh APBN. Dijadwalkan kalau tahun 2022 pembangunannya sudah bisa dimulai dan 2023 bisa selesai dan dipergunakan.
“Kalau dibangun nanti tentu akan ada perputaran uang di Deliserdang. Makanya kita harapkan material dari Deliserdang mulai pasir dan batunya. Kalau masyarakat nanti biasanya akan dapat ganti untung karena lahan, bangunan hingga tanaman keras akan dibayar,”kata Putra
Mewakili Bupati Deliserdang saat hadir diacara sosialisasi virtual itu, Putra Jaya Manalu menyebut berterima kasih karena Kementerian PUPR telah merencanakan pembangunan dengan tujuan mengurai kemacetan selama ini di simpang Kayu Besar. Diharapkan untuk pembangunan ke depannya bisa memakai tenaga warga Deliserdang sehingga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah daya beli masyarakat. (trn)